Distribusi Size Panen Lele

April 2, 2010

Anda pernah melihat panen ikan lele dimana memiliki distribusi size yang sangat beragam? Maksudnya begini, misal Pak Budi (bukan nama sebenarnya) panen ikan lele 500 kg. Setelah melalui proses sortasi akhirnya diperoleh hasil penyebaran ukuran seperti berikut:
- Ukuran Besar : 100 kg
- Ukuran Sedang : 300 kg
- Ukuran Kecil : 100 kg.
Artinya : 20% ikan berukuran besar, 60% ikan berukuran sedang, 20% ikan berukuran kecil. Transaksi lele biasanya pihak pembeli / distributor menginginkan ikan berukuran sedang atau medium. Di banyak daerah ikan ukuran besar (over size) dan ikan berukuran kecil (under size) sering dibeli dengan harga yang lebih rendah bahkan sulit untuk memasarkannya.
Kenapa distribusi size sering terjadi demikian? Kondisi ini diawali pada permasalahan teknis budidaya. Pertama, saat pemilihan benih lele, harus mempertimbangkan keseragaman benih yang akan ditebar. Variasi size benih yang beragam akan menyebabkan hasil panen yang beragam pula. Penebaran ukuran benih untuk ikan lele sebaiknya setelah ukuran 5-7 cm untuk periode budidaya sekitar 90 hari. Penebaran ukuran lebih besar 7 cm diharapkan dapat dipanen periode budidaya 60 hari. Penebaran benih lele lebih kecil akan sangat beresiko terhadap peluang size beragam saat panen. Kedua, teknis pemberian pakan. Penyebaran pakan sebaiknya diusahakan rata pada seluruh permukaan kolam atau dengan asumsi setiap ikan dapat memperoleh porsi makan yang sama, sehingga diharapkan memiliki pertumbuhan yang sama pula. Ketiga, faktor kelangsungan hidup dan fluktuasi harga ikan. Kematian yang relative banyak dan tidak terkontrol akan menyebabkan rentang variasi panen yang beragam. Pemberian pakan yang ditahan (kurang dari porsi) karena menunggu harga ikan membaik juga dapat menyebabkan ikan kurang baik untuk pertumbuhan dan pakan akan diperebutkan ikan yang agresif saja.

Pemberian Pakan di Musim Hujan pada Ikan Lele

Februari 9, 2010

Pada musim hujan, dengan frekwensi dan tingkat curah hujan yang sangat fluktuasi menyebabkan usaha budidaya pembesaran lele harus waspada. Pada musim ini biasanya banyak terjadi saat penebaran awal bibit lele, masa remaja, masa pergantian warna air, atau bahkan pada saat menjelang panen.

Tidak jarang kasus yang ditemukan di lapangan, ikan lele tidak mau makan atau nafsu makan turun, ada beberapa kematian. Kematian ikan juga beragam, ada yang diawali menggantung di permukaan air, ikan kembung, bau busuk air.

Pakan buatan sering menjadi topik penting pada kasus seperti di atas. Kadang kita juga lupa berapa banyak pakan yang diberikan per hari dengan perbandingan biomas yang ada. Tidak ditimbang, tidak dihitung jumlah pakan, dan sulitnya estimasi biomas merupakan bagian dari masalah pada manajemen pemberian pakan.

Pakan dengan kulitas terbaik pun ada faktor pembatas, berapa kemampuan cerna pakan pada ikan yang kita pelihara. Selanjutnya berapa kelebihan pakan yang menjadi sampah (bahan pencemar di kolam) dan juga feses (kotoran) dari ikan itu sendiri. Karena itu diperlukan pemberian pakan yang proporsional dengan mempertimbangkan pengaruh cuaca, kualitas air dan kesehatan ikan. Ikan yang kurang sehat jika diberi pakan dalam jumlah yang berlebih akan beresiko bermasalah.

Beberapa langkah yang dapat disarankan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memperhatikan kualitas air, artinya meningkatkan kualitas air. Mengganti air secara rutin (proporsional menurut kebiasaan), memberi bakteri probiotik atau memberi suplemen berupa vitamin C merupakan alternatif yang bagus.

Panen Per 30 kg Pakan Ikan

Desember 17, 2009

Menghitung FCB ikan? Efisiensi pakan sering dihitung dalam FCR dan FCE. Tapi kali ini ada konversi lokal yang sudah memasyarakat. FCB (feed convertion bag) bisa dideskripsikan sebagai istilah baru, yaitu berapa konversi pakan per zak (bag) untuk dapat dijadikan daging atau biomass ikan. Di Jawa Timur petani ikan memakai satuan hasil panen kg/30 kg pakan. Atau kg panen per bag (1 bag = 30 kg pakan).

Contoh Soal: Mr. Budi (bukan pemain bola, bukan nama sebenarnya), memanen ikannya dalam kolam ukuran 6 x 10 x 1 m3 dan diperoleh ikan 1.000 kg setelah menghabiskan pakan 990 kg. Selesai panen tetangga Mr. Budi bertanya, jadi-nya pakan berapa? Mr. Budi pasti menjawab: 30,3. FCB = 30,3 apa artinya?

Artinya: Setiap 30 kg pakan yang diberikan dapat menghasilkan 30,3 kg biomas ikan. Atau dengan kata lain FCR = 1.01 dan FCE = 101 %. Catatan: untuk hitungan FCB ini, biomas awal tidak diperhitungkan dengan asumsi biomas benih sangat kecil. BAG biasa diistilahkan SAK, ZAK, karung.
Ditulis oleh: Mujianto

Harga Lele dan Idul Adha 1430 H

November 29, 2009

Berdekatan hari raya Idul Adha atau hari Raya Qurban 1430 H atau minggu keempat November 2009, ternyata harga lele tidak terpuruk seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Di daerah Jombang harga lele masih mencapai Rp.9.700/kg bahkan ada petani yang bisa mendapatkan harga panen Rp.10.000/kg.

Persediaan ikan lele kemungkinan juga tidak terlalu banyak. Hal ini ada kemungkinan pada masa 3 bulan yang lalu banyak petani menunggu untuk tidak menebar lele. Mereka sebagian menebar ikan gurame, atau mengosongkan sementara 2-3 minggu untuk menebar lele. Ada ada indikasi sulitnya mendapatkan bibit lele pada saat itu.

Tetapi kita meski optimis, karena ternyata pada saat ini sector ternak ayam, telor dan daging ayam mengalami penurunan harga panen.Meski demikian harga lele tidak turun bahkan merangkak naik, padahal konsumen kelas menengah ke bawah merasa punya pilihan telor dan daging ayam.

Sisi positif yang lain, semoga masyarakat kita semakin menyadari akan perlunya mengkonsumsi ikan dan produk ‘aquatic food, lainnya. Tentu saja ikan lele yang sudah memasyarakat dengan aneka menu, seperti pecel lele, bumbu rujak lele, botok lele, lele goreng, abon lele, juga lele bakar.

Kolam Ikan Lele

Oktober 26, 2009

Kolam ikan merupakan komponen yang sangat penting dalam budidaya lele. Secara prinsip kolam merupakan wadah atau tempat melakukan budidaya. Kolam lele adalah suatu wadah yang diisi air dengan syarat tertentu sehingga sesuai untuk pemeliharaan ikan lele.

Lele bisa dipelihara atau dibudidayakan pada kolam tanah, kolam beton, dan kolam terpal/kolam plastik. Berbagai macam kolam ini dipilih berdasar pertimbangan biaya, tekstur tanah dan ukuran kolam.

Ukuran kolam bervariasi antara luas dan kedalaman. Luas kolam mulai dari ukuran kecil 10 m2, 20m2, 50 m2, 100 m2, 200 m2 bahkan lebih untuk daerah yang memiliki lahan luas.

Bentuk kolam secara umum adalah persegi panjang. Ada juga bujur sangkar, lingkaran, oval, trapesium dan tidak beraturan. Bentuk kolam tidah beraturan kurang ideal untuk budidaya lele.

Kedalaman kolam lele efektif rata-rata 1 meter. Dalam praktek kedalaman kolam ikan lele bervariasi antara 70 cm – 140 cm.

Menghitung FCE Ikan

Oktober 9, 2009

Apa definisi FCE? FCE merupakan kepanjangan dari ‘Feed Convertion Efficiency’. Artinya berapa rasio effisiensi pakan (biasa dinyatakan dalam persen). Atau definisi yang sangat mudah dipahami, FCE adalah berapa banyak daging (%) yang dapat dihasilkan per satuan jumlah pakan? FCE = 80% artinya dapat dihasilkan 80 kg daging ikan setiap 100 kg pakan ikan yang diberikan.

Lantas bagaimana cara menghitungnya?

Contoh Soal: Mr. Budi (bukan pemain bola, juga bukan nama sebenarnya) memelihara ikan lele sebanyak 10,000 ekor. Ukuran ikan pada awal tebar 7 cm dengan berat rata-rata 3.5 gram per ekor. Selama proses budidaya menghabiskan pakan 970 kg. Saat panen Mr. Budi mendapatkan ikan 1,010 kg. Berapa FCE-nya?
Jawab: Biomas awal (3.5 x 10,000 ekor) = 35 kg. Pakan = 970 kg. Total Panen = 1,010 kg. Maka daging yang dihasilkan (1,010 – 35 = 975 kg). Jadi FCE = (975/970)x100% = 100.52%.

Semoga bisa dipahami dan bermanfaat!
Writer: Mujianto

Menghitung FCR Ikan

Oktober 9, 2009

Apa definisi FCR? FCR merupakan kepanjangan dari Feed Convertion Ratio. Artinya berapa rasio pakan. Atau definisi yang sangat mudah dipahami, FCR adalah berapa banyak pakan (kg) yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan? Jika pakan yang diberikan 1 kg berarti FCR = 1.0 dan FCR =1.2 apabila kita membutuhkan pakan 1.2 kg untuk mengasilkan daging 1 kg ikan.

Lantas bagaimana cara menghitungnya?

Contoh Soal: Mr. Budi (bukan pemain bola, juga bukan nama sebenarnya) memelihara ikan lele sebanyak 10,000 ekor. Ukuran ikan pada awal tebar 7 cm dengan berat rata-rata 3.5 gram per ekor. Selama proses budidaya menghabiskan pakan 970 kg. Saat panen Mr. Budi mendapatkan ikan 1,010 kg. Berapa FCR-nya?

Jawab: Biomas awal (3.5 x 10,000 ekor) = 35 kg. Pakan = 970 kg. Total Panen = 1,010 kg. Maka daging yang dihasilkan (1,010 – 35 = 975 kg). Jadi FCR = 970/975 = 0.99.

Semoga bisa dipahami dan bermanfaat!
Writer: Mujianto

Panen Ikan lele

Oktober 7, 2009

ikan lele

Harga Lele Anjlok

September 3, 2009

Komoditi perikanan juga mengalami fluktuasi harga. Hal demikian biasa terjadi karena produksi yang besar tidak diimbangi peningkatan permintaan yang signifikan. Beluim lagi dipicu oleh faktor lain.

Pada budidaya lele untuk beberapa tahun ini sering terjadi over produksi pada bulan antara November – Maret. Pada periode waktu ini juga menariknya diikuti perayaan hari raya Idul Adha dimana banyak daging hewan Qurban yang dibagi-bagikan ke masyarakat. Dampaknya pasti penurunan permintaan ikan lele konsumsi, bahkan harga panen anjok sampai di bawah titik impas.

Kondisi ini harusnya terjadi hanya sekitar satu minggu saja. Tetapi dalam kenyataannya bisa bertahan satu bulan atau lebih. Petani lele biasanya mengeluh karena jadwal panen semakin molor. Size ikan menjadi semakin bervariasi dan sulit diterima pasar.

Ada beberapa kebiasaan petani untuk mengatasi masalah ini. Ada yang ketat dalam pemakaian pakan secara kuatitas, ada yang berburu pembeli, banting harga atau nekat menjual ikan ke pasar sendiri atau mengirim ke distributor.

Harga Ikan Lele

Mei 19, 2009

Harga ikan lele adalah bahasan setelah kita mau memanen ikan. Tentunya berapa harga yang layak jual sehingga bisa mendapatkan keuntungan.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.